TENTANG KAMI

Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, salah satu ciri negara demokrasi adalah adanya pengakuan terhadapat hak asasi manusia. Pasal 28, 28 A sd 28 J UUD NRI 1945 mengatur rumusan dasar hak asasi yang dimilik warga negara Indonesia. Pasal 28 E (3) menyatakan “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.

Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat penting untuk ditegakkan, karena kritik yang membangun dapat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Bila suatu bangsa ingin maju maka diperlukan banyak kajian-kajian inovasi dalam pembangunan. Ide, gagasan dan inovasi pembangunan yang berasal dari masyarakat harus diberikan ruang seuluas-luasnya, sehingga rakyat juga mempunyai peran aktif dalam menentukan nasib kemajuan suatu bangsa.

Berbagai isu permasalah penting yang perlu mendapat kajian-kajian dalam negara demokrasi adalah persoalan HAM, hukum, pers/media, partai politik, pemilu dan sosial kemasyarakatan. Adanya pusat kajian di masyarakat yang peduli terhadap demokrasi adalah sangat penting bagi dinamika pematangan demokrasi bangsa. Pusat kajian ini dapat membangun wacana, menggerakkan partisipasi dan melahirkan kritik – autokritik tentang narasi-narasi besar demokrasi dan kebangsaan. Eksistensi pusat kajian ini akan memperkuat sisi masyarakat sipil untuk berkontribusi secara langsung bagi penguatan demokrasi dan kebangsaan.

Dengan demikian, Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (PUSAKADEMIA) ini sangat penting ditubuhkan untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan proponen pada isu demokrasi dan kebangsaan di setiap wilayah Indonesia. Akhirnya, mutu demokrasi semakin baik dan persoalan-persoalan kebangsaan dapat dituntaskan. Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (PUSAKADEMIA) ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kesadaran positif terhadap pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam sistem demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.